Man Saara Ala Darbi Washala



Hai hai haiiii....
Ini Nuzlah mau sok bijak lagi haha.
Kalian yang baca novel trilogi “Negeri 5 Menara” pasti tau dong salah satu dari tiga mantra yang ditawarkan bang A.Fuadi dalam bukunya ini? Mantra ketiga dalam buku ketiga trilogi “Negeri 5 Menara” ini jujur yang paling melekat bagiku.

Man Saara Ala Darbi Washala

“Barang siapa yang berjalan di jalannya, pasti akan sampai di tujuan”

Kalimat ini bener – bener aku jadiin motivasi sejak dari SMA dan aku berterima kasih banget sama penulis yang ngenalin kalimat ini ke aku.

Sedikit cerita ya, sejak SMA aku memang selalu nulis hal – hal yang pengen aku capai dalam kurun waktu tertentu. Inipun karna aku pernah dapat nasihat dari kakak kelas yang termasuk lulusan terbaik di Sekaloh. Inget banget pesannya gini “tulis aja apa yang kalian pengen, nanti beberapa tahun setelahnya kalian baca lagi tulisannya kalian akan kaget. Pasti. Pasti salah satu yang kalian tulis udah bisa kalian realisasikan.”

Dan aku inget banget apa yang aku tulis di mading pribadiku. Waktu itu aku kelas tiga dan lagi hectic ngomongin universitas.

1. Masuk UGM
2. Masuk STAN
3. Masuk STIS
1
Alhamdulillah dua dari tiga yang aku tulis tercapai. Aku gagal masuk STIS, tapi setidaknya aku berhasil masuk UGM dan STAN. Dulu aku gapernah begitu mempermasalahkan  kenapa aku ga nembus masuk STIS, tapi sekarang aku mikir. Aku ga sampai STIS karna memang aku ga berjalan ke arah sana.
Aku seolah – olah pengen masuk STIS dengan nulis di mading “AKU AKAN MASUK STIS”. Tapi kemudian pertanyaannya adalah, apa yang aku lakuin untuk sampai disana? Gaada. Sama sekali.

Ceritanya waktu SMA aku masuk geng anak – anak “ANTI MASUK KEDOKTERAN” haha. Sampai kepikiran kami bikin geng semacam itu karna hampir semua anak di sekolah kami pengen masuk kedokteran. Waktu itu sempat beberapa guru dan teman yang menyayangkan keputusanku. “sayang, pinter kok gamau masuk kedokteran”. Padahal aku ga sepinter itu huhu. Aku yang paling sadar kemampuanku sampai mana. Duh syukur orang tuaku ga ikut – ikutan haha. Jadilah aku bergabung dengan teman – teman yang punya cita – cita sama. Masuk UGM jalur undangan soalnya males ikut tes, kami sudah mabok soal hehe. Mulailah kami memperhitungkan kira – kira jurusan apa yang akan diambil dengan mempertimbangkan nilai kami masing – masing. Niatnya biar ga saingan sama temen sendiri gitu. Lagian aku sadar diri jugalah, aku gaada apa – apanya dibanding mereka. Modal kepercayaan diri yang tidak berdasar aja aku mah (selalu). Tapi intinya kami mempersiapkan itu, sampai udah tanya – tanya kating yang kuliah disana nanti gimana kalo kami keterima, kami numpang tidur dimana selama daftar ulang. Aduh terharu sama semangat kami dulu (:

Walaupun waktu itu udah yakin banget sebagai GAMADA MUDA 15, entah gimana orang tuaku masih gencar ngasi pertimbangan – pertimbangan kenapa aku harus masuk STAN. Yang lucu yang aku inget sampai sekarang itu, kata bapak kalo kuliah di STAN Cuma 3 tahun, jadi bisa cepet nikah. Hahaha apasih si bapak, gajelas. Akhirnya ya aku berusaha masuk STAN. Awalnya cuma latihan – latihan soal sendiri sampai akhirnya memutuskan ikut bimbel STAN di Malang. Padahal di praya juga ada tempat bimbel tapi ya sekalian jalan – jalan. Reward buat diri sendiri yang udah belajar keras banget selama tiga tahun sekolah. Btw aku dulu orangnya rada ambis, datang ke ulang tahun temen aja  bawa buku wkwkwk. Dasar, waktu itu emang gamau kalah dari pacarnya yang dijuluki Albert Einstein, saking jeniusnya.

Buat masuk STIS ? punya bukunya aja ngga. Bentuk soalnya aja gatau.

Jadi, yang mau aku sampaiin dari tulisan ini adalah, buat sampai ketujuamu kamu harus “jalan” kesana. Sebaliknya, kalau kamu “jalan” menuju tujuanmu, kamu pasti akan sampai.

Oke, sekian ya.. sampai jumpa di diksi selanjutnya.

Komentar

Postingan Populer