Review Buku : "Jangan Membuat Masalah Kecil *dalam hubungan cinta Jadi Masalah Besar"



Judul : Jangan Membuat Masalah Kecil *dalam hubungan cinta Jadi Masalah Besar
Penulis : Richard Carlson, PH.D dan Kristine Carlson
Penerbit : PT Gramedia Pusaka Utama
Jumlah Halaman : 317

Berikut kiat kiat dalam menjaga hubungan dengan pasangan berdasarkan buku diatas:

1.       Pasanganmu itu orang biasa
Perlu dipahami, seperti layaknya anda yang hanya manusia biasa, pasanganmu pun orang biasa. Jangan kaget jika pasangan sesekali menunjukkan sisi yang mungkin tidak kamu harapkan. Itu lah pentingnya memahami bahwa kebahagian kita merupakan tanggung jawab pribadi masing – masing. Merupakan hal yang salah jika kita menggantungkan kebahagian kepada pasangan. Seperti misalnya anggapan anggapan “aku akan bahagia jika bersamanya..” “aku pasti tidak akan bisa bahagia jika tidak ada dirinya.. dsb. Pasangan tidak bertanggung jawab atas kebahagianmu, meskipun tidak dipungkiri pasangan menjadi salah satu pemicu munculnya perasaan bahagia di dalam diri kita. Kenapa ini menjadi penting? Kembali pada pernyataan pertama, pasanganmu layaknya anda, hanya manusia biasa. Ketika anda menggantungkan kebahagian anda pada pasangan, jangan heran pada suatu titik anda akan kecewa.
Perlu dipahami juga bahwa pasangan, selayaknya anda sendiri merupakan pribadi yang unik. Terimalah hal tersebut sebagai sesuatu yang memang pada dasarnya menjadi sifat manusiawi sesorang. Jangan menuntut perubahan dari pasangan. Hindari kata kata seperti “dia sempurna jika saja dia tidak...”, “seandainya saja dia lebih...”, “akan lebih baik jika..”. ingatlah pada komitmen awal kalian memutuskan untuk hidup bersama. Saling mencintai apa adanya. Bukankah anda juga akan bahagia jika pasangan mencintai apa adanya dirimu ? cobalah mencintai tanpa syarat. Jangan melulu mengeluhkan kekurangan pasangan.

2.       Jangan bersikap defensif dan reaktif

Hal – hal yang sepele dan konyol kadang menjadi pemicu pertengkaran pasangan. Cobalah jangan terlalu serius menanggapi pasangan. Sebenarnya kiat ini kembali pada kiat sebelumnya tentang bagaimana menerima bahwa pasangan adalah manusia biasa dan pribadi yang unik. Contoh ekstrimnya Mr. X, seorang yang memiliki sifat perfeksionis selalu kesal dengan kebiasaan istrinya yang selalu lupa mematikan lampu lemari atau kamar mandi sebelum akan bersiap – siap untuk tidur. Mr. X selalu mengingatkan dan Mrs. Y selalu mengulangi kebiasaannya. Bisa saja Mr. X bereaksi secara reaktif misalnya dengan marah – marah, tapi kemudian apa? Bukankah hanya perlu memencet saklar lampu ? tidak sampai setengah menit. Bukankah perkara mematikan lampu adalah hal yang konyol ? jangan terlalu bersikap kaku pada pasangan. Anda mungkin tidak tahu sebanyak apa sisi dalam dirimu yang mungkin juga “masalah” bagi pasanganmu dan anda mungkin tidak menyadari bagaimana pasangan anda melakukan penyesuaian penyesuaian akan hal itu.
Bersikaplah penuh kasih, jangan keras kepala dan bersikap kaku memaksakan prinsip pada pasangan. Usaha  fleksibel yang ditunjukkan Mr. X ini kemudian menimbulkan sikap hormat dari istrinya Mr Y. Mr Y yang pada dasarnya punya kepribadian lebih “berantakan” untuk selalu berusaha untuk menyesuaikan kepribadian suaminya yang perfeksionis. Contohnya adalah selalu berusaha datang tepat waktu saat membuat janji dengan Mr. X walaupun pada dasarnya dia bukan orang yang tepat waktu. Begitulah, anda tidak perlu menjadi sempurna untuk pasangan, anda hanya perlu berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan.
3.       Hindari menjadi Selfcentred
Ketika sudah memutuskan untuk hidup bersama pasangan, pusat semestamu bukan lagi dirimu sendiri. berusahalah menjadi pendengar yang baik pada pasangan. Contoh ketika pasangan bercerita kepadamu tentang suatu hal, dengarkan. Jangan menunjukkan sikap seperti tidak tertarik apalagi menganggap cerita pasangan bukan sesuatu yang penting dengan mengatakan “ah begitu saja, aku pernah...”, “jangan berlebihan, itu bukan masalah, aku pernah mengalami yang lebih... “. Pasanganmu sedang ingin didengar, bukan memintamu untuk bercerita. Masih banyak waktu tersisa.
Hal lainnya adalah jangan membanding- bandingkan kontribusimu dalam hubungan itu dengan pasangan. Anda mungkin akan merasa itu tidak adil jika selalu saja menghitung apa saja yang sudah anda perbuat untuk memperbaiki atau menyelamatkan hubungan tersebut. Anda mulai mengingat – ingat apa yang anda berikan kepada pasangan dan kemudian merasa jengkel jika menggap pasangan tidak memberikan “balasan” yang setimpal. Sebaliknya pikirkan apa saja yang tidak anda lakukan dan dilakukan oleh pasangan. Dengan begitu anda akan memahami, dalam hubungan ini, anda berdua saling melakukan pengorbanan. Karna memang kalian saling mencintai.

4.       Komitmen
Kenapa komitmen menjadi penting ? karena cinta saja tidak akan menyelamatkan hubungan. Ketika cinta sudah pudar, atau anda saling menemukan “cacat” dalam diri masing – masing pasangan, yang anda butuhkan adalah komitmen. Komitmen untuk tidak saling meninggalkan.
Pasanganmu mungkin orang biasa, tetapi siapapun diluar sana juga merupakan orang biasa. Jadilah pribadi yang bertanggung jawab atas kebahagianmu sendiri sehingga nantinya anda tidak akan kecewa setelah menyadari bahwa pasanganmu hanyalah orang biasa, layaknya anda.

diksi pertama dari seorang amatir yang penulisannya masih tidak terstruktur. Berikut bonusnya. Nasihat dari Richard dan Kris.
·         Hindari kata – kata “Aku cinta padamu, tapii...”
·         Jangan bertengkar bila hati sedang keruh
·         Ingat, pasangan tidak bisa membaca pikiran anda
·         Peihara kegemaran bercanda
·         Jangan menjadi tokoh utama dalam setiap cerita
·         Katakan “aku minta maaf”
·         Anggap pasangan sebagai harta tak ternilai


Sampai jumpa dalam diksi selanjutnya...

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer