Review Buku : Al-quran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik
Selamat pagi, happy weekend teman – teman.
Hehe, betewe ya ini kayaknya weekend termalas Nuzlah, tumben
banget dua hari ga keluar rumah dan cuma diam di kamar. Kasian sama dompetnya,
kalap terus hiks.
Oh ya, kali ini aku mau berbagi ilmu dikit dari hasil
bacaanku. Buku ini udah lama sebenarnya aku baca januari 2017. Aku belinya
waktu kencan kedua sama doi. Jiaaaah jadi flashback kan hadeeh. Maaf ya,
kamunya ke mention terus :’). Semoga kamu bahagia selalu. apasih.
Jadi, karena bukunya lumayan berat (buat diriku yang otaknya
cetek banget) aku cuma mau bahas 1 chapter aja, tentang bentuk bumi.
Judul buku :
Al-Qur’an vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik
Penulis :
Ramdhani dkk
Tebal buku : 230
halaman
Penerbit :
SKETSA
Kalian dulu waktu kecil pernah ga sih memikirkan alam, bumi,
langit dkk?
Aku sih mikir. Waktu kecil banget mikir ya bumi itu tanah
super lapang gitu sampai akhirnya waktu kelas 3 SD belajar IPA pertama kali. Kalian
pasti inget gambar kapal di laut yang lama kelamaan keliatan cuma cerobong
asapnya. Katanya sih itu membuktikan kalau bumi itu bulat. Nah setelah itu,
otak cetek ini mikirnya kita itu tinggal di dalam bumi. Yang bulat itu langit (yang
aku bayangkan waktu pertama kali liat globe). Sampai akhirnya kelas 6 SD
belajar tentang lapisan – lapisan bumi. Bayangin dong gimana pusingnya kepala ini
pas tau kalau kita itu bukan tinggal di inti bumi, tapi dikerak bumi. Muncullah
pertanyaan – pertanyaan di otak ini.
“kalau tinggal dikerak bumi, terus langit itu yang mana?”
waktu itu aku pikir kerak bumi itu langit gaes, sedih ya :”
“kalau tinggal dikerak bumi, kenapa air laut ga tumpah –
tumpah?” wajarlah ya, belum kenal gravitasi. Setidaknya bangga, tau kalau di
globe yang warna biru itu laut neng, bukan langit hahaha
“terus kalau tinggal di kerak bumi, berarti ada orang – orang yang kepalanya
hadap bawah?” haha ya Allah, yang Maha Alim. Ampuni hambamu yang ilmunya
sedikit ini :”
Oke, singkat cerita semakin mabok belajar fisika di Sekolah
Menengah, sampai akhirnya ikut olimpiade Astronomi, otak ini mulai tercerahkan
sedikit demi sedikit.
Tapi, pas kuliah tiba – tiba ada akun anonim nanya di Ask.fm
“Menurutmu bumi itu bulat atau datar?”
Dan aku baru tau dong ternyata masih banyak yang
memperdebatkan apakah bumi ini bulat atau datar. Tentunya dengan argumen mereka
masing – masing. Kalian bisa baca sendiri. banyak referensi di google.
Ilmuan yang pertama kali membuktikan kalau bumi itu bulat
adalah Sir Francis Drake ketika ia berlayar tahun 1597.
Berikut beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa bumi
itu bulat berdasarkan buku “Al-Qur’an vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik”
“Dan bumi sesudah itu
dihamparkan-Nya”
(QS. An-Naazi’at: 30)
Kata ‘dahaha’
dalam bahasa Arab berarti terlur burung unta (geo-spherical)
“tidakkah kamu
memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam kedalam siang dan
memasukkan siang kedalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing –
masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
(QS. Luqman:29)
Dari ayat diatas kata memasukkan bisa diartikan bahwa
terjadi perubahan bertahap dan perlahan – lahan dari malam menjadi siang dan
sebaliknya. Dan fenomena ini hanya dapat terjadi jika bumi itu bulat.
“Dia menciptakan
langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan
menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing – masing
berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun”
(QS. Az-Zumar:5)
Pada ayat diatas, kata dalam bahasa Arab yang digunakan
adalah ‘Kawwara’, yang bermakna ‘tumpang
tindih’ atau ‘melingkar’, seperti gulungan kain sorban di kepala. Peristiwa
tumpang tindih atau melingkar silih bergantinya siang dan malam hanya dapat
terjadi jika bumi berbentuk bulat.
Sekian dulu ya. Semoga ada manfaat dan jangan berhenti
mencari ilmu kawan – kawan hehehe...



Komentar
Posting Komentar