Review Buku : Origin




Hallo sobat, apa kabar november kalian ? udah tengah bulan nih, dompet masih aman kan? Aku mah engga wkwkwk. Kali ini mau coba bincang – bincangin buku lagi. Buku mulu ya si Nuzlah mah. Tapi kali ini mau ngomongin novel dong. Bukan pecinta novel banget sih sebenernya. Cuma baca – baca novelnya Ika Natasha sama novel –novel yang difilmkan aja paling. Tapi gatau kenapa, cinta banget sama novel satu ini. Tercinta kali ya selain dari novelnya Tasaro GK yang judulnya “Muhammad, Sang Penggenggam Hujan”. Dua novel kecintaanku yang genrenya bertolak belakang. Satunya tentang sirah nabi satunya lagi tentang ateisme gitu.
Jadi ini nih buku yang mau aku bincangin kali ini adalah bukunya Dan Brown, yang judulnya Origin.

Judul : Origin
Penerbit : Doubleday
Rilis : September 2017
Penulis : Dan Brown

Aku sebenarnya agak ga berani mau bincangin buku ini karna memang bahasannya lumayan berat dan banyak teori yang ga sampai ke otakku. Takut salah menangkap pesan yang ingin disampaikan penulis gitu. Tapi ya bismillah aja. Namanya nyari ilmu ya, salah sebelum bener ya memang sewajarnya kan ya.

Jadi novel ini bercerita tentang seorang ilmuan komputer ateis yang percaya bahwa agama akan segera punah dan tegantikan oleh sains. Edmond Kirsch, sang ilmuan menganggap bahwa agama dan tuhan hanyalah mitos hanya karena manusia belum bisa menjawab dua pertanyaan ini.

bagaimana semua ini bermula ? dan kemana kita akan pergi?

Edmond melakukan penelitian untuk menjawab dua pertanyaan tersebut. Sebelum akhinya berhasil dan berniat mengumumkan hasil temuannya, Edmond bertemu dengan para pemuka agama Katholik, Yahudi dan Islam yang terbentuk dalam Parlemen Agama Dunia. Pertemuan mereka bersifat rahasia.

Sayangnya malam Edmond Kirsch akan mengumumkan temuannya yang membuktikan kalau agama akan punah, Edmond terbunuh. Profesor Robert Langdon (Karakter utama), seorang profesor ikonologi dan simbologi universitas harvard yang merupakan mantan dosen Edmond Kirsch berusaha memecahkan teka – teki agar dapat mengumumkan temuan mantan muridnya yang super jenius tsb atas dasar pemikirannya bahwa sebuah penemuan ilmu pengetahuan harus dipublish.

Pencarian Robert Langdon dalam memecahkan teka – teki ini tidak sendirian melainkan bersama seorang kurator Museum Guggenheim Bilbao, Ambra Vidal. Ambra Vidal sendiri juga merupakan calon ratu Spanyol yang merupakan tunangan dari pangeran Julian. Pencarian mereka dalam menemukan 47 karakter kata sandi Edmond Kirsch ini juga dibantu oleh “Winston” yang merupakan komputer super canggih buatan Edmond Kirsch. Semacam kecerdasan artifisial. 47 karakter sandi Edmond ini merupakan kunci agar mereka bisa mengumumkan temuan sang ilmuan.

Beberapa tokoh yang dicurigai sebagai dalang pembunuhan Edmond Kirsch tentunya adalah orang – orang yang tidak akan senang jika temuan Kirsch ini diumumkan. Ambra Vidal mencurigai sang tunangan ikut andil dalam pembunuhan ini mengingat sikap bungkam pihak istana soal kejadian ini. Uskup Antonie Valdespino, petinggi gereja katolik spanyol juga dicurigai mendalangi pembuhuhan Edmond Kirsch ini mengingat pemikiran uskup ini sangat konservatif dan kekhawatirannya jika pandangan masyarakat Spanyol akan agama menjadi berubah oleh temuan Kirsch ini.

Sampai pada akhirnya Profesor Robert Langdon dan Ambra Vidal dengan dibantu oleh ‘Winston’ berhasil menemukan 47 karakter sandi Kirsch.  Temuannya berkaitan dengan teori Evolusi Darwin. Kirsch membuktikan bahwa teori Darwin ini memang tidak terbantahkan dan manusia benar – benar berevolusi dan terjadi begitu saja  bukan karna diciptakan oleh Tuhan. Edmond Kirsch juga meakukan lagi percobaan teori Abiogenesis (teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati), yang mana dalam buku ini diceritakan Edmond Kirsch berhasil menciptakan DNA.

*bagian teori – teori penemuan Kirsch ini silakan kalian baca sendiri karna jujur otakku ga sampai sana untuk bisa aku bagi kekalian hahahah.

Dan plot twistnya dari novel ini adalah, dalam dari pembunuhan Edmond Kirsch adalah Winston, teknologi ciptaanya sendiri. tugas terakhir yang diberikan Edmond Kirsch kepada Winston adalah tanggung jawab untuk menciptakan rating setinggi mungkin agar temuan Edmond Kirsch ditontong oleh sebanyak mungkin orang. Winston bekerja berdasarkan data dan fakta. Dan berdasarkan data yang dikumpulkannya, tidak ada cara yang lebih baik untuk meningkatkan rating selain dengan berita kematian sang ilmuan.


Hah, jadi begitulah kira – kira isi novelnya sobat. Maafkan diriku yang masih amtir dan nulis ga terstruktur.

Dan akhir kata, terlepas dari genre novel favoriteku ini, aku tetap orang yang beriman. Aku percaya segala sesuatu ada karna kuasa tuhan, Allah SWT.

Komentar

Postingan Populer