Review Buku : Heal Yourself
Selamat bermalam jumat kawan – kawan, al-kahfi jangan lupa cew haha..
Desember segera berakhir nih beberapa hari lagi, mari sambut
awal yang baru dengan hati yang sehat hehe. Akhir – akhir ini isu kesehatan
mental sering sekali dibicarakan. Banyak yang menganggap bahwa kesehatan mental
ini tidaklah lebih penting dari kesehatan fisik. Lebih lagi generasi muda
sekarang ini lebih rentan terkena gangguan kesehatan mental. Salah satu
pemicunya adalah media sosial. Media sosial seolah menciptakan gaya hidup ideal
yang sebenarnya tidaklah seindah kenyataan. Hal inilah yang menciptakan tekanan
dan beban pikiran pada generasi muda.
Ngomong – ngomong tentang kesehatan mental ini, setiap orang
tentu saja berbeda – beda dalam menyikapi kondisi stress. Kalau kawan – kawan sendiri
bagaimana ? aku kenal salah seorang sahabat yang kalau lagi sedih atau kecewa
biasanya pasti mengurung diri dalam kamar, menutup diri, nangis dan tiba – tiba
kehilangan mood untuk melakukan apapun. Sebaliknya, aku cenderung orang yang
menghindari hal – hal melow semacam itu. Yang paling sering dilakukan untuk ‘lari’
dari masalah adalah keluyuran sendiri, jalan – jalan, nonton, belanja dan
menghambur – hamburkan uang sampai tidur seharian buat ngebunuh perasaannya
sendiri. like a dead body. Gengsi banget
rasanya mau nangis, berasa kalah dari masalah. Heh, jiwa kompetetifku
memang sudah mendarah daging wkwkwk. Tapi bagusnya juga, kalau stress aku tiba –
tiba jadi produktif banget, gimana caranya nyari aktifitas buat ngalihin
perhatianku. Dan aku selalu berpikir gimana untuk meningkatkan value dari diriku sendiri saat sedang
dalam keadaan ada masalah. Karna menurutku masalah adalah sebuah test, jadi
pembuktian diri bahwa kita lulus test adalah dengan meningkatkan kualitas dari
diri kita sendiri.
Paling mudah dan sering dilakukan saat dalam kondisi stress
adalah baca buku self improvement. Awalnya
aku pikir buku dari Novie Oktaviane Mufti yang judulnya Heal Yourself ini
membahas bagaimana untuk menjaga kesehatan mental kita dari sudut pandang
psikologi yang dibumbui sedikit sentuhan islami. Ternyata salah. Buku Heal
Yourself ini mutlak, mengajari kita bahwa satu – satunya cara untuk
menghindarkan diri dari berbagai permasalahan hidup adalah ALWAYS GOING BACK TO ALLAH. Short
escape seperti jalan – jalan, belanja dan hura – hura dalam media sosial
hanya menunjukkan lemahnya kita dalam mengekang nafsu dan keterikatan kita pada
hal – hal berbau duniawi. Pemahamanku yang selama ini salah bahwa luka selalu
bisa disembuhkan oleh waktu. Nyatanya selalu ada masalah yang harus menemui
solusinya. Maka biarkan Allah yang menuntunmu untuk mencari solusi dari setiap
permasalahan.
“orang – orang yang
beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berzikir (mengingat) Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”
Qs. Ar-Ra’du : 28
WHATEVER YOU FOCUS
ON, IT GROWS. Fokuslah pada kebaikan, kebermanfaatan, dan pesan – pesan kebenaran,
itulah yang akan tumbuh dan melekat di diri kita. Jangan hanya fokus pada
keinginan, ambisi dan mencoba ini itu (dalam konteks negatif) dengan dalih masa
muda hanya datang sekali, tanpa sedikitpun melirik pada perintahNya untuk
beribadah.
DO NOT DWELLING IN
THE PAST. Jiwa kita biasanya akan mudah rapuh dan terluka jika kita senang
berlama – lama berada di masa lalu yang padahal kita sudah tau bahwa itu tidak
baik bagi kesehatan mental kita. Terus mengingat – ingat luka, mengenang orang –
orang yang pernah menyakiti, menangisi hal – hal yang sudah berlalu dan tidak
kembali dan seterusnya.
Untuk kamu yang sedang bersedih, kabar gembirnya bagi kita
semua adalah, kamu tidak sendiri. percaya atau tidak, semua orang, tidak
terkecuali satu orang pun yang tidak memiliki masalah dan kegelisahan. Kita semua
sedang berjuang dalam medan tempur masing – masing. Kalau Allah tidak
menghadirkan masalah untukmu, dari mana kamu akan belajar bersabar dan mendapat
pahala sabar? Keresahan dan ujian yang kita rasakan adalah sebentuk pendewasaan
akidah dari Allah untuk kita. Waktu – waktu dimana kita merasakan crisis
sebenarnya adalah waktu – waktu paling tepat untuk membangkitkan sisi spiritual
yang kita miliki.
Akhir kata semoga bermanfaat.
“if you feel down
yesterday, stand up today’ – H.G. Wells


Suka ih
BalasHapusSaya mendukung komentar ini wkwk
Hapus