Review Buku : Menantimu di Ujung Rindu




Selamat malam semua. Mengawali bulan desember nih, yuk belajar bareng lagi. Kali ini kita bahas bukunya Mbak Riri Abdillah ya.

Menantimu di Ujung Rindu

Pertama tau buku ini karna sering banget muncul di feed promosi akun instagramku. Gatau kenapa, apa karna aku sering ngelike postingan islami atau postingan seputar pernikahan gitu hahaha. Bukan ngebet ya, cuma memang orangnya agak perfeksionis kalo udah bermasalah sama hubungan dengan laki – laki. Karena buat masuk ke hidup orang lain menurutku ga bisa main – main, butuh persiapan matang hiyaa. Begitulah karena terlalu sering muncul di feed instagramku jadi aku tertarik ikut pre order buku dari mbak Riri Abdillah ini.

Bayanganku, isinya berdasarkan judulnya adalah gimana kita mengisi waktu seproduktif mungkin selagi menanti jodoh. Ternyata buku ini bercerita gimana pengalaman pribadi mbak Riri yang menikah diusia 19 tahun, begitupun dengan suami dan adik – adik iparnya yang menikah diusia yang sama. Berkali – kali ditampar kenyataan kalau menikah itu bukan ending dari kisah cinderella yang akhirnya bertemu dengan pangeran, belahan hatinya. Menikah itu awal. Menikah artinya belajar menyesuaikan dari awal. Selama apapun dekat dengan orang, bisa jadi kita tidak sepenuhnya tau tentang pasangan, beda dengan pernikahan. Dengan hidup bersama, dalam ikatan pernikahan semua mulai terkuak. Dari hal paling menggemaskan dari pasangan sampai hal – hal menyebalkan akan terbongkar semua. Itulah disini pentingnya memilih pasangan melihat dari agamanya. Laki – laki yang bagus agamanya tau pasti bagaimana memuliakan wanitanya. Sebelum berjanji pada wanitanya, laki – laki yang beriman terlebih dahulu berjanji pada Tuhannya, pada ayah dari wanitanya untuk menjadi pemimpin dan membawa wanitanya menuju surga-Nya. Intinya buku ini lebih memahamkan pembacanya bahwa menikah bukan dongeng indah cinderella, lebih ke bagaimana berjuang bersama dalam komitmen ini untuk menuju ke surgaNya.

Sejak membaca buku Menantimu di Ujung Rindu ini, aku melepas kenaifanku memandang arti sebuah hubungan. Jujur, aku mungkin orang paling naif di bima sakti ini. Aku selalu memegang keyakinanku kalau yang paling penting dalam sebuah hubungan adalah cinta. Aku yang super bucin ini merasa bisa melakukan apasaja dan merasa mampu menghadapi masalah sebesar apapun atas nama cinta. Aku pernah bilang kalau menikah dengan orang yang ga kita cintai itu sebuah kesalahan. Dulu. Sebelum aku baca buku ini. Setelah mendengar kisah dari Mbak Riri yang menikah dengan orang yang tidak dikenalnya sama sekali ini, sudut pandangku sekali bergeser lebih luas. Kisah Mbak Riri yang memilih untuk menikahi lelaki yang baik agamanya. Pada perjalanannya, cinta bisa tumbuh karna suami beliau sangat memuliakan beliau. Setelah menikahpun Mbak Riri sendiri menyadari bagaimana pilihan yang Allah kasih memang tidak pernah salah. Ketika Mbak Riri sendiri memahami kenapa Allah memilih lelaki ini yang menjadi suaminya.  Alhamdulillah..

Bukan berarti aku berhenti memperjuangkan orang yang aku cintai, tapi lebih tepatnya aku ga akan lagi mempertanyakan kenapa Allah menjauhkanku dari orang yang selama ini memenuhi doaku. bukan lagi memaksa agar inginku dikabulkan tapi lebih ingin memahami bagaimana Allah menjawab doa doaku selama ini.

Semoga kelak Allah pertemukanku dengan lelaki yang baik agamanya, yang tau bagaimana memuliakan wanitanya. Aamiin Allahumma Ammin.

Komentar

Postingan Populer