Review Buku The 5am Club : Own Your Morning, Elevate Your Life
Penulis : Robin Sharma
Halaman : 449
Penerbit : Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Selamat malam, reader setiaku..
Haha, sok sok ya padahal ya kalo ada yang baca. Udah semingguan
ni ga posting, hiyaa sibuk. Sibuk nonton drama perselingkuhan wkwk. Apadah. Aku
kembali dengan buku yang super super keren parah. Awalnya ga tau sama sekali
terkait buku ini. Ceritanya mau beli buku Trias Muslimatika yang memang udah
lama masuk list buku yang pengen aku baca, tapi gimana ya rasanya lagi ga dalam
kondisi hati pengen baca buku sejenis itu sih. Dan ga sengajalah liat buku ini
yang tiba – tiba liat judulnya aja tanpa mikir panjang langsung beli. Memang
punya sedikit masalah sama waktu tidur wkwk. Terlalu banyak tidur, padahal
pengen produktif gitu ya kaya orang lain. ngiri aja sama orang – orang yang
selalu bisa memanfaatkan waktunya dengan semaksimal mungkin. Dasar kebo huh.
Sepanjang baca buku ini, aku lupa udah sampai berapa kali
aku bilang “Wah.”. sangat sangat menginspirasi dan seketika bisa membuat kamu
yang gundah gulana tiba – tiba kaya punya semangat baru. Yang mungkin capek
hidup bisa tiba – tiba punya seribu satu alasan lagi buat terus hidup. Mood booster
bangetlah, kalo buatku. Haduuu, kenapa uwak jadi kaya endorse gitu yak hehe. Saking
bagusnya, dan sangat menginspirasi aku bingung mau mulai dari mana. Rasanya aku
pengen bagi semua isi buku ini ke semua orang biar ga cuma aku yang merasakan
gimana buku ini bener – bener bisa kita jadiin panduan buat hidup lebih baik
lagi. Temen kantorku sampai heran waktu aku coba buat outline buku ini. Katanya
muka uwa udah kaya lagi nyusun skripsi wkwkwk.
prolognya sekian dulu la ya.
Jadi buku ini mengajak pembaca untuk membiasakan diri bangun
jam 5 pagi dengan harapan untuk meningkatkan ‘standar’ pribadi hidup kita dari
segala sisi. Perlu diketahui kreatifitas, produktifitas, kemakmuran, kinerja
dan manfaat bagi dunia, begitu pula kualitas kehidupan pribadi kita tidak akan
berubah dengan sekedar bangun pagi jam 5. Bukan hanya tentang bangun jam 5 pagi
tapi apa yang kita lakukan enam puluh menit setelah kebiasaan bangun jam 5
pagi.
Robin Sharma melalui buku ini menawarkan formula 20/20/20. Jadi,
60 menit yang kita miliki setelah bangun jam 5 pagi dibagi menjadi 3 bagian.
20 menit pertama adalah BERGERAK. Yang diperlukan dalam dua puluh
menit pertama ini adalah latihan mendalam dan kerja keras sampai
berkeringat. Tidak penting jenis
olahraga apa yang dilakukan, intinya adalah membuat diri berkeringat. Memulai hari
dengan berolahraga ini akan menambah fokus dan produktifitas, membuat kita
antusias dan menyulut energi. Karna bagaimana kita memulai hari akhirnya akan
menentukan produktifitas di sepanjang hari itu. Berolahraga juga dapat membunuh
kortisol (hormon pemicu stress) yang mana dalam beberapa penelitian dibuktikan
bahwa kuantitas kortisol tertinggi berada dalam kisaran waktu ini. Maka dengan
menerapkan ini, diharapkan emosi negatif dalam diri kita bisa dihilangkan yang
nantinya akan berdampak pada kinerja kita setelahnya.
20 menit kedua adalah MERENUNG. Kegiatan ini dimaksudkan
untuk mencari ketenangan diri dalam kesendirian sebelum kerumitan hari muncul. Pikirkan
dengan tenang dan terencana nilai – nilai yang ingin kita pegang teguh selama
berjam – jam kedepan. Tetapkan kita ingin berperilaku seperti apa. Dalam hal
ini penulis menyarankan membuat jurnal harian. Rincikan rencana dan ambisi bagaimana
untuk menjalani hari ini. Sesuatu yang hebat dimulai dari sesuatu yang rinci. Dari
jurnal harian kita juga mencoba mensyukuri segala kebaikan yang ada dalam diri
kita. Tulis dan rincikan hal – hal baik apa yang kita terima dari Tuhan. Asah emosi
dan spiritual kita. Dengan begitu, kita akan menjadi semakin mencintai diri
sendiri dan tidak ingkar atas segala kebaikan dalam diri kita yang belum tentu
orang lain miliki. Tidak hanya positif, energi negatif juga diusahakan untuk
ditulis secara rinci setiap frustasi, kekecewaan dan kebencian dalam hati
sehingga kita bisa melepaskannya. Sungguh ajaib cara melepaskan emosi yang
meracuni dan energi rendah dari tubuh kita. Perenungan selanjutnya adalah dengan
meditasi. Kita mencoba masuk ke bagian diri yang masih kita rasa tidak mampu
untuk melakukannya. Misalnya ke bagian diri yang masih mampu melihat kehebatan
dan kebaikan orang lain, bahkan saat mereka berperilaku buruk ke kita. Mari untuk
tidak menjadi pembenci.
Dan akhirnya 20 menit terakhir adalah tentang TUMBUH. Dalam sesi
ketiga ini kita diwajibkan untuk meningkatkan ketajaman, memperbaiki keahlian
lebih banyak dari pesaing kita. Yang pada intiya adalah bagaimana kita
menaikkan nilai kita. Misalnya dengan membaca buku. Menonton film dokumenter
mengenai cara orang orang terbaik yang mereka lakukan dan tumbuh menjadi diri
sendiri, atau buku audio tentang keahlian atau kreatifitas yang akhirnya
menjaga kondiri prima kita, terinspirasi dan benar – benar tetap berpikir. Bukan
hanya bermain – main atau menikmati hiburan tidak berguna.
Jadi begitulah kira – kira isi bukunya ya teman – teman. Tapi
bukunya jauh jauh lebih keren dari sekedar apa yang bisa aku sampaikan lewat
sini. Tapi harapannya, semoga ada hati yang ikut tergerak untuk menaikkan nilai
diri kita. Segala kekurangannya, dimaklumi. Hanya manusia serba keterbatasan
yang insyaaAllah ga akan berhenti untuk belajar.
See youu...


Wah kerennn
BalasHapusThankyouuu
HapusMantap
BalasHapusEh ada mbak kesayangan aku
HapusSefruit solusyen
BalasHapusSemoga bisa diaplikasikan wkwk
Hapus