Review Buku : Trias Muslimatika



Judul : Trias Muslimatika
Penulis : dr. Davrina Rianda
halaman : 313
Penerbit :PT. Elex Media Komputindo


Kamu wanita karir ?
Masih single ?
Suka khawatir nanti gimana mengatur waktu antara keluarga dan karir setelah menikah ?
Tenang, kamu gak sendiri
Aku juga kadang terhantui sih he he he...

Udahlah tenang aja, biasanya yang sudah sudah juga seperti itu, membayangkan selalu lebih sulit daripada saat benar - benar dijalani.

Ada rekomendasi buku nih buat teman – teman yang juga merasakan hal yang sama. Buku Trias Muslimatika yang mana merupakan buku ke dua dari dr. Davrina Rianda. Sebagai informasi, dr. Davrina ini selain tertarik dalam dunia kepenulisan juga tertarik dalam dunia kesehatan wanita dan pola hidup sehat. Beliau sebagai salah satu influencer membentuk muslimah modern yang produktif di era milenial.

Buku Trias Muslimatika sendiri banyak membahas tentang bagaimana menyeimbangkan peran seorang wanita sebagai istri, ibu dan juga muslimah yang produktif berdasarkan pengalaman – pengalaman dr. Davrina sendiri.

Dibagian pertama, dr. Davrina membahas tentang Growth Mindset yaitu cara berpikir sebagian yang menganggap setiap resiko sebagai tantangan. Kita perlu menanamkan growth mindset ini  dalam menjalankan ketiga peran kita nantinya. Tahan banting dan kemampuan adaptasi yang baik demi terwujudnya goals kita. Karna pada dasarnya diamonds are really made under pressure.

Pada bagian kedua, dibahas tentang seputar pernikahan. Bagaimana pengalaman dr. Davrina yang katanya adalah seorang mantan Play Girl yang suka bergonta ganti pasangan sampai akhirnya  beliau dipertemukan dengan suaminya. Pelajaran yang aku dapat dari cerita – cerita yang beliau paparkan adalah bahwa jodoh yang Allah tentukan untuk kita adalah sebaik – baiknya pasangan yang memang seharusnya mendampingi kita. Maha Tahu Allah. Pasangan ideal bagi semua orang berbeda – beda karna memang pada dasarnya kita ‘membutuhkan’ pasangan yang berbeda. Yang intinya memang apa yang Allah takdirkan untuk kita tidak akan pernah tertukar dengan apapun yang Allah takdirkan untuk orang lain. Mengapa ini menjadi penting ? teman – teman yang perempuan pasti paham. Ya, rida pasangan adalah mutlak bagi kita. Mungkin hal ini kemudian menimbulkan kekhawatiran sendiri bagi kita seorang perempuan. “Apakah nanti pasangan rida dengan apa yang aku rencanakan dan kerjakan?” pertanyaan seperti hal tersebut jujur saja pernah membuatku sedikit malas untuk membuat perencaan terkait apa yang ingin aku tuju di masa depan. Bagaimana jika ditengah jalan pasangan tidak meridai ?sia – sia dong apa yang direncanakan. Astagfirullah.. maka kembali lagi pada keyakinan sebelumnya, jodoh yang Allah takdirkan pasti adalah seseorang yang benar ‘klik’ dengan kita nantinya. Oleh karena itu, mari jangan khawatirkan segala urusan yang sudah menjadi ketetapan Allah. Hal lain yang aku pelajari dari pengalaman beliau adalah bahwa menikah itu bukan hanya sekedar karna ingin menghindari zina. Jika tujuan kita menikah adalah hanya karna tidak mampu menahan hawa nafsu kita saja, cenderung akan melemahkan nilai. Karna pada kenyataanya menikah adalah ibadah seumur hidup. Apakah kita sudah yakin bisa untuk selamanya bersama dia ? seumur hidup ?

Bagian ketiga dr. Davrina menyinggung banyak masalah parenting. Mulai dari masa kehamilan, proses melahirkan sampai benar – benar masalah parenting setelah anak beliau lahir. Beliau banyak memaparkan masalah ini dari sudut pandang ilmu kedokteran. Dari cara – cara melahirkan menurut ilmu kedokteran sampai pada pemahaman tentang Makanan Pendamping ASI (MPASI). Lebih jauhnya juga dibahas juga tentang apa saja yang dibutuhakan anak saat masa – masa golden agenya. Juga diceritakan tentang dilema penggunaan jasa asuh. Terima kasih banyak atas ilmunya dok. Bohong kalau dikatakan mudah. Karna dalam proses perjalanannya beliau tentu saja banyak mengalami dilema dan tantangan. Disinilah pentingnya dukungan orang – orang terdekat yang membantu beliau akhirnya ‘memenangkan’ setiap peran yang beliau emban.

Yang pada akhirnya menemukan kesimpulan bahwa setiap orang diberikan 24 jam waktu dalam sehari. Kita mungkin tidak bisa mengontrol waktu tapi kita mampu untuk mengatur diri sendiri. pentingnya self managemen dalam menentukan prioritas kita dan menghadapi setiap dilema yang ditemui dalam menjalankan setiap peran yang kita emban. Sebagai ibu, istri dan muslimah yang produktif. Pentingnya banyak – banyak berdoa kepada Allah, semoga semua urusan dimudahkan. Aamiin..

Komentar

Postingan Populer