Beropini : Self Love
Pernah mendengar
istilah ini sebelumnya ? ya pasti pernah. Karena memang akhir – akhir banyak
sekali yang membicarakan tentang self
love ini. Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan self love ? kalo diistilahkan dalam bahasa indonesia berarti
mencintai diri sendiri. Namun faktanya banyak juga yang memandang secara
negatif sikap ini. Banyak yang menyamakannya dengan egosentris atau
mementingkan diri sendiri.
Penulis sendiri
menganggap self love ini sebagai
sesuatu yang baik. Patut untuk diyakini. Self
love sebagai salah satu langkah untuk lebih meningkatkan kebahagian, karena
self love berarti mencintai diri
sendiri baik dari sisi fisik maupun mental. Sikap ini berarti adanya sisi
penerimaan terhadap diri kita sendiri. akan mustahil untuk menerima diri apa
adanya tanpa diawali dengan sikap penuh syukur. Kebiasan – kebiasan memandingkan
diri sendiri dengan orang lain menjadi racun yang perlahan membunuh perasaan
cinta kepada diri sendiri.
Self Love
secara fisik
Kita semua
merupakan korban standarisasi. Kenapa bisa ? dari jaman dahulu kita selalu di cek coki standarisasi oleh media masa,
baik dari televisi, media sosial maupun majalah terhadap hal – hal yang
sebenarnya bersifat relatif. Kita ambil satu contoh, standarisasi wanita
cantik. Kita semua paham, cantik merupakan sesuatu yang bersifat relatif. Sama sekali
tidak bisa diukur secara konkrit dan tentu saja tidak ada sesuatu pun yang
dapat dijadikan standar. Jika pun ada, “standar” yang dipakai ini sangat relatif.
Sebagai perbandingan, zaman dahulu perempuan di China punya kebiasaan unik
yaitu memasung kaki menggunakan besi untuk menghambat pertumbuhan kaki mereka.
bukan tanpa alasan, karena pada zaman itu, standar cantik seorang wanita
dilihat dari ukuran kakinya. Semakin kecil kakinya, semakin cantik mereka.
Berbeda pula dengan yang terjadi di Arab, dimana wanita yang dianggap paling
cantik adalah wanita yang memiliki badan paling subur. Lalu bagaimana dengan
sekarang ? Cantik versi media adalah ala - ala Miss Universe yang memiliki badan langsing, kaki semampai, kulit semulus
porselin dsb. Akibat dari media yang selalu meracuni kita dengan standar –
standar semu tersebut, kita mungkin pernah atau bahkan sering merasa tidak
percaya diri dengan diri kita. Disinilah perlunya sikap self love ini. Sikap penerimaan terhadap apa adanya diri kita. Karena
jika tidak, tentu saja perasaan rendah diri yang kita miliki akan membunuh
potensi diri, membuat kita mempertanyakan eksistensi kita, bahkan bisa sampai
menyebabkan depresi dalam tingkat yang lebih parah. Namun demikian, perlu
dipahami bahwa sikap mencintai diri ini harus dibarengi dengan keinginan untuk
menggali potensi diri sendiri. agar tidak selalu berfokus pada kelemahan, maka
tentu saja diperlukan sikap mengenali kelebihan diri. Ini akan meningkatkan
kepercayaan diri kita sendiri yang kemudian berimbas kepada semakin tumbuhnya
sikap cinta kepada diri sendiri. aneh juga rasanya jika self love ini tidak dibarengi dengan self improvement. Mencintai diri sendiri bukan cuma menerima
keadaan kita tanpa mau memperbaiki kualitas dari diri kita sendiri. ambil
contoh, ketika kita tidak puas dengan keaadan fisik kita bukan berarti kita
pasrah tanpa melakukan apapun, tetapi mencoba untuk terus memperbaiki keadaan, misalnya
dengan berolahraga.
Self Love
dalam Mental
Sangat penting
untuk membangun mindset positive
dalam diri.
Penulis sendiri
sering kesulitan membedakan sikap mencintai diri sendiri dengan sikap keras
kepala. Karena Self Love dalam mental
menurut penulis sendiri adalah berani mempertahankan prinsip – prinsip diri. Berani
menentukan sikap dan mengambil keputusan. Berani untuk menolak hal – hal yang
menurutnya bertentangan dengan nilai diri yang dia bangun. Mungkin sebagian
orang banyak yang menganggap sikap mencintai diri sendiri ini sebagai pribadi
yang kaku, keras kepala dan sangat keras terhadap apa yang sudah diyakini. Tetapi
begitulah, Self Love ini berarti kamu
mengatakan dengan tegas kepada orang lain bagaimana kamu ingin diperlakukan. Berbeda
dengan orang yang bermental lemah yang tidak berani mengambil sikap sehingga cenderung
diremehkan. Karena sekali lagi mencintai diri sendiri adalah tidak memberikan
izin kepada orang lain untuk menginjak diri.


Komentar
Posting Komentar