Beropini : Tentang Pertemanan
Baru selesai sesi curhat sama salah seorang sahabat malah
jadi tiba – tiba pengen nulis tentang Pertemanan.
Ga salah memang orang yang bilang “Jangan takut kehabisan ide buat nulis”. Karna
sesungguhnya ide datang dari arah yang tak disangka – sangka haha. (i guess an idea is one of luck). Sebenarnya
kami curhat, sharing dan cerita ga
jauh-jauh dari seputar virus covid – 19. YaaAllah aku berlindung pada-Mu dari
segala mara bahaya. Lindungi kami, kuatkan mental kami menghadapi ini semua,
aamiin.
Nah loh terus kenapa tiba – tiba terpikir mengulas tentang
topik ini ?
Well, jujur pesan terakhir dari sahabatku ini agak bikin
sakit. Nyeessss gitu. Elaaaah caodah si
baperan haha.
“Maaf ya kalo aku slama ini banyak salahnyaaaaaa dannnn suka
bikin sebel”
Ada yang salah sama kalimatnya ? gak ada kan. Emang dasar
aku yang terlalu berhati lembut dan gampang tersaqiti. Ueeeekk. Jijiqq!
Terus aku langsung balas pesannya dong.
“kamu gausah minta maaf. Aku gak suka. Seharusnya tidak ada
kata maaf dalam hal mencintai. It hurts me!”
.....
*Dan kelanjutan drama ini bisa kalian saksikan di nightflex
slot rabu kamis pukul 03.00 Waktu Bagian Halu*
Jangan dihujat dulu guys. Bisa aku jelaskan. Asek.
Aku ingat pernah tanya ke sahabatku yang lain kenapa dia
takut minta tolong. Kenapa dia takut merepotkan orang lain. dan ini murni
pendapatku sendiri ya, aku justru ga akan suka kalau ada yang sungkan minta
tolong ke aku apalagi kasusnya kami cukup dekat. Alasannya takut merepotkan. Oh
Tolong. Justru perasaan sungkan, nggak enakan, takut ngerepotin itu tanpa sadar
ngelukain sahabat kalian. Gimana kalau kasusnya dibalik. Gimana sahabat kalian yang
minta tolong ke kalian. Apa kalian merasa direpotkan ? terbebani ? kalau iya,
tolong dipikirkan lagi, apa kalian benar – benar dalam hubungan pertemanan yang sehat. Kalau
bisa aku malah pengen banget bilang terima kasih sebanyak – banyaknya ke
sahabat aku yang ngga sungkan buat minta tolong. Kalian penyelamatku. Pada dasarnya
setiap orang haus akan pengakuan. Pengen dianggap ada. Pengen dianggap penting.
Sebaliknya, kalau kalian selalu sungkan, ngga pernah melibatkan sahabat kalian
dalam apapun itu yang menyangkut diri kalian, maka kalian ikut bertanggung
jawab ketika sahabat kalian mulai mempertanyakan eksistensi dirinya. Di jaman
yang sudah penuh tipu muslihat sosial media ini, kita anak muda gampang banget
namanya kena virus – virus insecure. Bertanya
– tanya apa sebenarnya alasan kenapa aku ada sampai kepada mulai mempertanyakan
nilai dari diri sendiri. setidaknya kalau kalian tidak sungkan untuk minta
tolong, kalian membantu sahabat kalian untuk menemukan nilai ‘gunanya’. Bagiku sendiri,
meminta bantuan teman adalah ungkapan tidak langsung kalau “aku gak bisa hidup
tanpa kalian” “kalian adalah salah satu unsur terpenting hidupku” “aku harus
tetap bersama kalian untuk bisa melanjutkan hidup”. itu versiku. Dan kita bebas
memilih dan menentukan bagaimana mengungkapkan
cinta. Sah – sah saja aku pikir. Jadi kalau kalian merasa bersyukur ke sahabat kalian, gampang. Tinggal peluk dan bilang terima kasih. Berdoa semoga kalian juga dikasih kesempatan bisa ngelakuin hal hal yang baik buat sahabat kalian. Gausah drama drama saling ga enakanlah. Huh.
Jadi yang sebenarnya ingin aku garis bawahi adalah TIDAK APA
APA UNTUK BERGANTUNG KE ORANG LAIN. aku ga bilang aku anti hidup mandiri. Big No.
Justru moto hidupku sendiri saat ini adalah “I stand on my own two feet”. Segala sesuatunya berasal dari dalam
diri kita sendiri. control seratus persen ditangan kita sendiri. tapi kita
butuh berelasi. Bukan cuma sekedar teman cuap – cuap omong kosong tetapi benar –
benar dalam sebuah hubungan pertemanan yang dalam. Dan itu naluriah. Jangan
disangkal dengan ‘kesombongan’ merasa mampu hidup sendiri. aku sendiri bukan
orang yang hobby ‘mengoleksi’ teman. Tapi aku punya ambisi punya hubungan
pertemanan yang dalam.
okay nighty night . Semoga bermanfaat :)


Komentar
Posting Komentar