Review Buku : More of You






Penulis   : Acha Sinaga dan Andy Ambarita
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal      : 236 halaman

‘’Tiga puluh tahun saya menikah dengan istri saya, saya masih aja menemukan hal – hal yang belum pernah saya lihat sebelumnya” – John Bever

7.2 / 10
Mohon maaf, ini bukan bukunya jelek tapi aku emang pelit kasih nilai dalam hal apapun. Temen – temen dekatku pasti tau sifatku yang satu ini, hahaha. Memang ga cocok jadi dosen, ntar jadi public enemy satu kampus.

Katanya pengalaman itu selalu memberikan pembelajaran buat kita. Tapi lebih baiknya lagi kita bisa belajar dari pengalaman orang lain dulu kan. Oleh karena itu, aku hobi banget baca buku – buku biografi ataupun buku yang menceritakan pengalaman tokoh – tokoh mumpuni. Lebih lagi, tentang love story orang kan hahaha. Itulah kenapa aku kasih nilai lumayan tinggi ke buku ini, tapi gak tinggi – tinggi banget karna saat aku baca buku ini, aku merasakan banget kalau buku ini adalah buku pertama dari penulis. Memang manusiawi, gak mungkin langsung bisa sebagus itu kan. Bertahap, berkembang menjadi lebih baik.


Tau pasangan penulis ini pertama kali di youtube. Ngga sengaja aja nemu salah satu  video di yt channel mereka yang uwu banget ehehe. nah pas iseng iseng mau cari buku bacaan baru, malah ketemu buku ini yang sinopsisnya bikin aku tertarik.

Yup, buku ini menceritakan kisah mereka yang menjalani LDR Jakarta - Sydney . Kisah dari jaman pacaran sampai pernah putus dan akhirnya sama – sama yakin untuk menikah. Jadi yang paling menarik minatku sama buku ini adalah prinsip pasangan ini kalau segala sesuatu harus melibatkan Tuhan. Lebih – lebih dalam urusan memilih pasangan hidup. Dari awal pacaran mereka sudah barang tentu sering menemui kendala dan masalah. Tapi justru pasangan yang gak pernah punya konflik selama pacaran katanya dikhawatirkan malah menjadi sesuatu yang berbahaya saat sudah memasuki jenjang pernikahan. Dengan konflik, kita diberi kesempatan saling menunjukkan sisi – sisi terburuk pribadi masing – masing. Untuk selanjutnya dibutuhkan komitmen untuk saling memperbaiki diri untuk keberlansungan dari hubungan tersebut. Mengutip dibagian terakhir buku, Acha menulis begini “Aku sadar, sebelum memutuskan untuk menikah kita harus menikmati dulu singleness kita. Harus penuh dulu sebagai seorang pribadi. Ketika kita akhirnya ketemu seseorang yang sudah sama-sama penuh maka semua akan lebih mudah. Lebih mudah dalam melewati segala permasalahan yang ada, bukan berarti tidak ada masalah sama sekali.” Itulah kenapa dalam ajaran  Islam sendiri ditekankan untuk memantaskan diri selama masa penantian. Allah akan pertemukan dengan cara – cara yang tidak kita sangka ketika dirasa kita memang sudah pantas sebagai pribadi yang akan berbagi dengan pribadi lainnya.

Yang aku benar – benar teladani dari pasangan ini adalah mereka percaya Tuhan membimbing mereka ke arah yang benar. Sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, permasalah paling sepele sampai berat mereka alami. Seperti keraguan dari segi fisik (tinggi badan), masalah financial sampe terhalang restu orang terdekat. Luar biasa melihat mereka yang selalu saling berdoa setiap hari (benar – benar setiap hari) meminta petunjuk dan bimbingan Tuhan. Sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah, mereka terus saja melibatkan Tuhan. Saling berdoa. Hilang contact sampai drama saling blokir akun media sosial sebagai satu-satunya jalan komunikasi mereka. Tapi mereka tidak pernah menutup mata dari segala kemungkinan, karena mereka paham dan percaya, Tuhan selalu membimbing menuju jalan terbaik. Kuasa Tuhan diatas segala perencanaan manusia yang tidak ada apa – apanya. And see, sebagalanya dibuat lebih mudah untuk mereka menuju ke pernikahan karena mereka sudah sama – sama menanggalkan segala ego, memperbaiki kualitas pribadi masing - masing dan menemukan keyakinan (kembali) untuk saling berjuang. Semua karena kehendak Tuhan semata.

Kalau boleh aku berquote ria di siang bolong ini, aku pengen bilang :

NEVER STOP PRAYING IF YOU BELIEVE DESTINY IS OUT OUR CONTROL

Komentar

Postingan Populer