Happiness Project
Holla June..
Tulisan kali ini akan saya buka dengan sebuah quote dari
Robert Louis Stevenson.
“There is no duty we so much underrate as duty of being
happy”
Quotes ini salah satu yang akhirnya menginspirasi saya untuk
menyusun Happiness Project ini. Bukan berarti saya nggak happy sama hidup saya
ya. Alhamdulillah ada banyak sekali hal – hal yang saya syukuri terkait dengan
diri dan hidup saya. Lebih bersyukur lagi karna mata hati saya masih bisa
melihat hal – hal kecil yang memang sudah sepatutnya disyukuri.
Sudah ada beberapa rencana yang saya susun untuk
meningkatkan kualitas kebahagian saya sendiri. ini berdasarkan dari pengalaman
saya sendiri, hasil diskusi dengan sahabat terdekat dan dari beberapa buku yang
saya baca belakangan ini.
Yang perlu dipahami adalah bahwa tidak ada satu orang pun
yang selalu happy setiap hari. Kenyataannya kita sering kali menghadapi situasi
yang dapat merusak perasaan happy itu dari dalam diri kita. Situasi luar adalah
faktor eksternal yang diluar dari kontrol kita. Karena itu, orang mengatakan
bahwa happiness is inside yourself. Tapi
dalam tulisan kali ini saya tidak akan memaparkan terkait how to find happines di dalam diri kita ya
karna itu udah ranahnya terkait dengan kontrol diri.
Seperti judulnya, disini saya hanya ingin berbagi
perencanaan yang sudah saya susun dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas
dari happiness saya sendiri. setiap
orang punya caranya sendiri, dan berikut adalah cara yang saya pilih.
1. Minimalism Project
Permasalahan saya sejak kuliah
adalah manajemen keuangan. Nilai kuliah manajemen keuangan saya buruk dan kenyataannya
saya memang benar – benar buruk dalam mengelola keuangan. Permasalahan lainnya
yang saya hadapi sekarang adalah saya terlalu banyak barang. Normal mungkin ya,
karna kata orang cewek memang ga pernah bisa punya satu barang, contohnya
pakaian. Akhirnya pengelolaan keuangan saya buruk karna saya belum bisa
mengatur pengeluaran untuk barang – barang yang sebenarnya bukan kebutuhan.
Saya
bukannya benar – benar ingin menjadi penganut minimalisme, saya hanya bertekad
untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang. Saya benar – benar harus
memilah mana barang yang benar – benar kebutuhan dan mana yang hanya merupakan
gaya hidup. Yang saya harapkan dari proyek mengurangi barang ini adalah
dampaknya terhadap pengelolaan keuangan saya sendiri.
Lalu bagaimana
ini dapat meningkatkan kualitas dari kebahagian ? pertama, dalam buku Hidup Minimalis Ala Orang Jepang yang saya baca, mengurangi kebergantungan
terhadap barang akan menaikkan kualitas hidup kita sebaliknya kuantitas dari
barang yang kita punya sama sekali tidak berpengaruh terhadap kuantitas dari kebahagian.
Contoh sederhananya gini, mungkin ada dari yang sering merasa insecure karna membanding – bandingkan
diri dengan orang lain. Dan kacaunya apa yang menjadikan kita insecure sering kali karna segala macam
materi yang melekat dari orang – orang. Padahal kualitas diri bukan terbentuk
karna materi apa yang kita bawa. Orang yang confidence
dengan kualitas dirinya, sama sekali tidak membutuhkan barang untuk membuktikan
diri kepada orang lain.
Bonus tips
mengurang barang dari buku Finding Sisu adalah dengan membeli barang – barang yang
berkualitas tinggi yang tahan lama sehingga tidak perlu repot untuk terus –
menerus membeli barang.
2. Be Healthy
Mustahil rasanya kita bisa bahagia dalam keadaan sakit kan
ya ? hidup sehat adalah jalan untuk bahagia saya pikir. Dalam buku The 5 am Club, dijelaskan pentingnya
berolahraga di pagi hari untuk membangun mood yang baik disepanjang hari itu. Berdasarkan
salah satu penelitian, dikatakan bahwa hormon stress paling banyak diproduksi
oleh badan di jam – jam ini. Bagaimanapun, bagaimana kita memulai hari akan
mempengaruhi keseluruhan hari kita. Saya berusaha untuk selalu menjadi bagian
dari 5 am club ini dengan berolahraga
ringan di pagi hari. Tetapi saya rasa berolahraga di luar ruangan untuk rentang
waktu yang lebih lama juga diperlukan untuk merefresh semangat kita lagi. Untuk
jenis olahraga yang saya pilih ada 3. Home
Work out di pagi hari, jogging
dan aerobik atau zumba mininal sekali
dalam seminggu.
3. Improvement
Jangan pernah berhenti belajar dan mengeksplore diri. Karna
terlalu lama didalam zona nyaman hanya akan membunuh potensi dan kebahagian
diri. Untuk bahagia, saya rasa kita perlu untuk menenukan hal apa yang perlu
kita banggakan dalam diri kita untuk bisa lebih menghargai diri. Dari awal
tahun 2020 saya sudah menentukan salah satu resolusi yang ingin saya capai di
tahun ini adalah meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya di semua aspek. Adapun
langkah – langkah yang saya ambil guna mencapai tujuan saya adalah :
Reading, saya membaca novel dalam bahasa
inggris.Writting, saya menggunakan
aplikasi dualinggo
Listening, saya
menggunakan aplikasi cake dan menonton youtube tanpa subtittle
Speaking, saya
coba lewat musik.
4. Grateful Journal
Dalam Al-Qur’an Allah menjanjikan untuk menambah nikmat-Nya bagi hamba
yang bersyukur. Apalagi yang lebih membahagiakan daripada mendapat jaminan dari
Sang Maha Pemberi Rezeki. Intinya adalah meningkatkan spiritual kita dan
mendekatkan diri kepadaNya. Karna saya memiliki hobi untuk menulis jurnal, saya
memilih cara ini untuk mengingatkan saya bersyukur setiap hari. Pastikan untuk
menulis satu hal saja yang membuatmu bersyukur setiap hari
Dan akhir kata, HAPPY ME!


Komentar
Posting Komentar