Review Buku : Cantik itu Luka
Buku
yang ditulis oleh Eka Kurniawan ini bercerita tentang seorang pelacur bernama
Dewi Ayu yang hidup dijaman pendudukan Jepang. Terdiri dari 505 halaman, buku
ini cukup tebal dan saya perlu dua minggu menyelesaikan membacanya. Wajar buku
ini punya rate 20+ karna banyak
sekali ditemukan adegan sex. Ini mungkin
dark novel pertama yang saya baca,
karnanya saya merasa buku ini lumayan berat untuk dibaca. Karnanya buku ini
tidak akan saya sarankan ke teman – teman saya yang memang tidak hobi baca tapi
meminta rekomendasi bacaan haha. Tapi untuk teman – teman yang memang hobi
membaca, buku ini salah satu novel indonesia yang mungkin akan saya
rekomendasikan. Karna saya sendiri, entah mulai kapan, saya sendiri tidak sadar
kalau saya ternyata pecinta sejarah. saya suka buku sejarah dan saya pecinta
drama saeguk (drama korea berlatar
sejarah). Apakah karna ini saya susah move
on dan tidak kian beranjak dari masa
lalu? Wkakakakaka.
9.7/10
untuk buku ini. 9.7 karna seperti yang saya sampaikan sebelumnya, buku ini
berlatar pada zaman pendudukan jepang sampai awal – awal kemerdekaan Indonesia,
karnanya sebagai pecinta sejarah tidak mungkin saya memberikan nilai rendah
untuk buku semacam ini. Buku ini novel indonesia ( bukan terjemahan ) jadi
tidak ada masalah dengan bahasanya, menurut saya mudah dipahami dan berhasil
membuat pembacanya terseret arus ceritanya. Ceritanya sendiri bagi saya tidak
mudah ditebak, jadi tidak akan ada alasan untuk berhenti ditengah – tengah. Mau
tidak mau pembaca akan dipaksa untuk menyelesaikan buku ini. dan yang paling
menarik bagi saya sendiri dalam cerita ini adalah keterkaitan tokoh satu dengan
tokoh yang lain dalam membentuk alur cerita yang epik. Membaca buku ini, saya
menyadari bahwa dalam hidup, semua orang mungkin walau sekali pernah merasa
dipermainkan oleh takdir. Sayangnya yang bisa kita lakukan adalah bertahan dan
terus hidup. Karnanya saya sadar, cukup hanya dengan bernafas setiap hari,
membuat kita sudah sangat luar biasa tanpa harus melakukan hal ‘hebat’ lainnya.
tiap menemui kesulitan, katakan pada diri sendiri “just endure little bit”, dengan harapan esok mungkin lebih baik. Karnanya
kita tetap memilih untuk tetap bernafas. Kalau memang sebagus itu kenapa tidak
10/10 ? 0.3 nya kemana ? balik lagi ya, ini tentang selera dan saya belum cukup
terbiasa membaca dark novel yang
tokoh – tokohnya punya kecendrungan bertabiat bejat/jahat. Hehehe..
Jadi
buku ini mencerikan kehidupan Dewi Ayu, seorang keturunan Belanda yang dipaksa
menjadi pelacur saat Jepang berhasil menduduki Indonesia. Saat membaca Buku Bumi
Manusia karya Pramoedya Ananta, saya merasakan bagaimana sulitnya hidup sebagi
wanita pribumi dijaman penjajahan tanpa pernah membayangkan bahwa wanita berkulit
putih akan mengalami hal serupa. Direnggut hak asasi dan kehormatannya. Melalui
buku ini saya paham, hidup di masa perang memang tidak pernah mudah bagi kaum sipil.
Buku ini menceritakan juga secara detail bagaimana kehidupan tiga anak
perempuannya yang kecantikannya terdengar sampai kepelosok negeri. Alamanda,
Adinda, Maya Dewi. Ketiga anaknya yang cantik luar biasa tetapi bisa dibilang
memiliki kehidupan yang keras, berantakan dan bagai kutukan. Dewi Ayu yakin
bahwa kecantikan mereka adalah sebuah kutukan, karnanya dia berdoa anak
keempatnya terlahir buruk rupa. Begitulah, Si Cantik, anak bungsunya yang buruk
rupa lahir. Tidak ada tokoh yang bertabiat baik atau paling tidak seratus
persen protagoni dalam buku ini. saya juga tidak membenarkan pekerjaan Dewi Ayu
sebagai pelacur terlepas dari keadaan yang dia alamai. Tapi saya dapat katakan
Dewi Ayu memiliki karakter yang kuat. Yang membaca buku ini pasti paling tidak
sedikit saja ‘terpesona’ dengan karakternya. Bagaimanapun Dewi Ayu selalu punya
alasan untuk tetap memilih bernafas di kehidupannya yang pelik.
YOU
DON’T HAVE TO BE A GREAT ONE. JUST ALIVE. AND YOURE DOING GREAT.


Komentar
Posting Komentar