Review Buku : Finchickup 2




Buku dengan jumlah halaman 184 yang ditulis oleh Farah Dini Novita, Vice CEO dan Founding partner di Janus ini adalah buku tentang financial pertama yang saya baca ( selain Financial Accounting yak wehehehe)
Berawal dari curhatanku tentang manajemen keuanganku yang aku rasa agak kacau sampai akhirnya dihadiahi ulang tahun buku ini hehe..

Setelah membaca buku ini, ada dua kesimpulan yang saya tarik,

1.       My current financial statement is messed-up
2.       I have to invest

di bab awal, dijelaskan betapa pentingnya kita melakukan financial check up terhadap posisi keungan kita saat ini. Perlu diketahui, setiap orang memiliki permasalan yang berbeda – beda terkait keungannya, tergantung dengan kondisi dan mindsetnya terhadap uang. Itulah kenapa, dua orang yang memiliki penghasilan sama, tidak selalu sama kondisi keuangannya. Penting sekali memahami risk profile dari keungan kita sendiri. saya sesekali membicarakan tentang posisi keuangan dengan salah seorang sahabat saya yang memiliki penghasilan hampir sama. Dari hasil diskusi kami, posisi keungan kami ternyata lumayan timpang dari segi aset, tabungan, dana darurat dan investasi. tetapi tidak perlu risau, karna balik lagi, kondisi yang mempengaruhi posisi keuangan masing – masing orang memang berbeda.

Dari analisis kecil – kecilan yang saya lakukan terhadap posisi keuangan saya sendiri sesuai dengan panduan buku ini, saya dapat menyimpulkan bahwa posisi keuangan saya tidak buruk, walaupun tidak dapat dikatakan baik juga. Karna saya orangnya suka menulis dan merencanakan sesuatu, saya setiap hari membuat catatan keuangan harian menggunakan aplikasi Sepran. Jadi setiap bulan saya mendapatkan rekap, kemana saja dan untuk apa saja selama sebulan ini uang saya digunakan. Karna langkah awal dari memperbaiki kondisi keuangan adalah kita mengakui dosa – dosa belanja tidak penting apa saja yang sudah kita perbuat. Banyak lho orang yang takut melihat data transaksi debet yang dilakukan hehe. Ladies apalagi nih hehehe..

Cash flow saya sudah baik, artinya untuk kebutuhan bulanan saya tercover dengan baik. Dana darurat saya masih dalam posisi aman karna saya titi di orang tua setiap bulan hehe. Saya tidak ada utang, yang berarti pula saya belum memiliki aset. Dan masalah terbesarnya adalah saya belum ada investasi sama sekali baik itu properti maupun saham. Itulah mengapa saya menyimpulkan bahwa posisi keuangan saya belum aman.

Lalu dimana letak permasalahannya ? dari hasil analisis kecil – kecilan bisa dibilang, spending saya setiap bulan masih dalam batas wajar, walaupun mungkin masih bisa lebih dikencangkan kalau memang sudah memutuskan untuk mulai berinvestasi. Dari buku ini, saya menemukan salah satu habit saya yang menghasilkan financial trouble adalah perasaan saya yang selalu merasa memiliki kewajiban untuk menjadi pihak yang membayar tagihan jika melihat dari status pekerjaan, level penghasilan atau usia. Mentraktir teman adalah perilaku yang baik, tapi jika sampai karna ini tidak bisa menabung atau malah berhutang, mungkin menjadi troble bagi financial saya sendiri. splitting bills adalah wajar. Masalah selanjutnya mungkin tentang mindset terhadap lifestyle. Jangan sampai keinginan untuk memenuhi lifestyle bikin posisi keuangan kamu jadi kacau ya hehe..

Nah, untuk para newbie kayak saya nih, di buku ini ada pembahasan juga tentang pengenalan saham, asuransi dan instrumen keuangan lain yang bisa kita coba kalau ingin memulai berinvestasi.

Mungkin sama seperti saya, diantara teman – teman yang lain masih ada yang masih buta banget soal saham, atau masih takut – takut untuk memulai berinvestasi, bisa banget nih baca buku ini. bukunya enak banget dibaca tapi benar- benar membuka mindset saya tentang pentingnya investasi saham.

Ada pesan nih dari kak Dini :

1.       Investasi di saham itu untuk jangka panjang ya, mesti sabarr ngga buru – buru pengen jual pas harga lagi turun
2.       Dan pilihlah perusahaan – perusahaan ( emiten ) yang memiliki fundamental bagus.

Yuk nabung saham..
Selamat belajar teman – teman..

Komentar

Postingan Populer