In Doubt


My dream comes true

He is coming back

Satu satunya perasaan yang seharusnya ada saat ini adalah bahagia, bukan?

Bayangkan saja, satu tahun terakhir yang kulakukan hanyalah menunggu kepulangannya

Sembari memburu kabar, 

'Sedang apa dia ?'

'Sedang bersama siapa?'

'Wanita seperti apa yang membuatnya berpaling?'

Aku selalu berharap dia dalam kondisi baik walau sangat tidak rela melihat ada wanita lain yang menjadi alasan dia bahagia

Mengais - ngais kenangan 

Mengemis dalam doa agar kami direstui takdir

Aku hanya berkawan sajadah dalam memendam rindu ini

Sebab..

Tidak ada kawan yang lebih sabar menghadapi kekeraskepalaanku untuk menunggu kepulangannya

Dia sudah bersama yang lain

Dia takkan kembali, bahkan hanya untuk menengok..

Begitu mereka menasihatiku

Tapi, demi diri yang begitu naif ini, kuyakinkan hati.

Dia akan menemukan jalan pulangnya..

Lalu kenapa disaat dia sekarang sudah 'kembali', aku bergumal dengan segala ragu?

Pikirku..

 Dia kembali bukan untuk pulang, hanya saja 'rumahnya' ditempat lain sedang tidak baik - baik saja..

Dia kembali dalam keadaan luka disana disini

Siapa yang menoreh luka dengan kejamnya pada lelaki yang sangat berharga ini?

Siapa yang begitu tega menyayat hati lelaki yang begitu kucintai ini?

Aku menjadi marah

Tapi lebih menjadi marah lagi karna menyadari sumber suka dan lukanya bukanlah aku

Ada hati lain,

Dia tidak kembali untukku

And to be honest, i lost my cofidence to be with him

Sorry.

Komentar

Postingan Populer