Bukan Cuma Kamu, lho..

 


*foto comot di tuiter


Hallo..
Selamat malam. Selamat tanggal satu. Selamat gajian dan selamat membuat harapan - harapan baru ya teman-teman..
Ini ceritanya saya sudah mau bobok cantik, udah selimutan dan matiin lampu tiba-tiba terusik sesuatu. Jadi ketimbang saya mimpi buruk kan, mending sampah-sampah di pikiran saya dimuntahin dulu..

Jadi gini, ceritanya beberapa hari lalu saya ngedrama dan merasa jadi orang yang paling tidak beruntung se RT ya, ga sedunia sih hahaha. Pokoknya ada masalah yang buat saya kepengen ngeluhlah istilahnya. Jadi setiap hari sebelum tidur saya biasa cerita ( a.k.a berkeluh kesah) ke buku harian kan. Wah dari siang udah kebayang dong mau ngeluhin ini itu.
"Kenapa?"
"Why?"
"Kok bisa"
Dll...


Sampai akhirnya saya dapat curhatan dari beberapa sahabat saya. Ya, sebagai orang yang dikenal bijak dikalangan pertemanan saya, ceilaaaaah.. (dimana mana ceramahin orang memang paling gampang keun ya) disanalah saya membaca pesan-pesan teman-teman saya. Bukan berarti saya bahagia liat teman-teman saya lagi dalam masalah ya. BIG NO!
Saya akan cerita secara garis besarnya dengan tidak menyebutkan nama untuk menjaga privasi mereka. Saya cuma berharap ini bisa jadi pembelajaran kita bersama.
Salah seorang sahabat saya sedang dalam kondisi sangat tidak nyaman masalah kesehatannya. Fisik maupun mental. Ditambah beban kerja yang memperparah keadaan, saya benar-benar tidak pernah menyangka sahabat saya yang selalu senyum pepsoden ini punya masalah yang begitu pelik. Makanya untuk ike dan teman-teman disana yang sedang dalam kondisi fisik dan mental yang baik-baik saja, tau kan yang perlu dilakukan? Bersyukur. Bahagia. Udah itu aja..
Teman lain saya, yang selama kami kenal saya anggap sebagai salah satu teman paling pinter, berbakat dan punya segudang skill, siapa yang tau kalau dia sedang menjalani hidup yang sebenarnya bukan dia inginkan. Kebayang rasanya kamu ngerjain sesuatu yang bukan mimpi kamu? Ngeluh dan merasa lelah sudah pasti, karna kamu tidak menemukan nyaman dan nikmat. Rasa-rasanya pengen muterin jarum jam biar mutar secepat kipas angin, biar cepat kelar dan segera berhenti dari apa yang dia kerjakan sekarang. Untuk sahabat saya ini, saya berharap kamu segera menemukan apa yang benar-benar mau kamu capai. Serius, kamu adalah definisi lelaki jenius yang gila. Kamu pasti bisa menemukan jalanmu kembali. Jadi buat ike dan teman-teman lain yang saat ini merasa sangat nyaman dengan pekerjaan dan lingkungan kerja, tau kan yang harus diperbuat? Bersyukur. Bahagia. Udah..
Dan yang terakhir, salah seorang teman saya sedang berjuang dengan masalah pelik lainnya. Keluarga dan orang tua. Hhh. Saya kalau sudah menyangkut tentang orang tua, susah untuk diajak berbicara. Paham kan, gimana hancurnya kalau orang tua tidak dalam kondisi terbaiknya. Untuk mama dan papamu, semoga selalu diberikan kemudahan ya. Dan untuk ike dan kita semua, semoga doa selalu tercurahkan dalam setiap sholat kita untuk mereka. Doa terbaik bagi semua orang tua kita...

Jadi, karena ini alih - alih jadi mengumpat dan mengeluh di buku harian, malam itu alhamdulillah ditutup dengan saya menulis di gratitude journal saya. Masalah saya hanya secuil dari nikmat yang Allah kasi. Sekali lagi, saya sama sekali tidak bahagia mendengar kabar tidak mengenakkan dari mereka. Saya ikut bersedih. Tapi lewat tulisan ini, saya berharap mereka dan teman-teman semua bisa mengambil pembelajaran dan mungkin bisa mencoba melihat ini dari kacamata dan cara pandang yang sama dengan penulis. Bahwa setiap merasa ada masalah, ingat. Bukan cuma kamu. Saya, kamu dan kita semua pasti juga sedang berjuang dalam masalah yang berbeda-beda. Saya harap dengan kita berfikir seperti ini akan sedikit menghibur.

Semoga Allah senantiasa memberikan hati yang lapang sehingga mampu menerima dan percaya dengan segala takdir yang dikehendaki-Nya.
Aamiin..

Komentar

Postingan Populer