Ngebolang : Gili Trawangan
Selamat liburan sobat..
Uhuy, akhirnya setelah 24 tahun kesampaian juga bisa liburan ke gili trawangan. Malu banget nih sebagai orang sasak asli malah belum pernah ke sana hehe. Alhamdulillah bulan ini ditutup dengan pengalaman baru ya. Jadi liburan kali adalah liburang bareng angkatan 201812 yang tertunda selama setahun dan akhirnya malah collab sama angkatan 201912.
Jadi gili trawangan adalah salah satu dari 3 gili ( lainnya adalah gili air dan meno) yang berada di barat laut Lombok. Lokasi tepatnya di kabupaten Lombok Utara. Untuk sampai ke gili trawangan, ada dua alternatif. Bisa menyebrang menggunakan boat umum melewati pelabuhan bangsal atau dengan menyewa boat dari Teluk Nare. Gili Trawangan sendiri memberlakukan aturan bebas dari polusi kendaraan bermotor, jadi alat transportasi yang digunakan untuk mengelilingi pulau bisa menggunakan dokar ( delman) atau menyewa sepeda. Terlihat beberapa wisatawan juga menggunakan kuda dan sepeda listrik. Cocok nih buat kamu yang sedang melarikan diri dari hiruk pikuk kota besar.
Mengingat pandemi covid19 yang sedang melanda saat ini, tentunya sangat berimbas juga dengan kondisi gili saat ini. Sebagian besar toko di gili dalam kondisi tutup. Aktivitas malam yang biasanya ramai menjadi mati. Usaha penginapan pun tampaknya sangat terpukul akibat kondisi sepi pengunjung ini. Saya juga sempat mendengar percakapan beberapa pengusaha lokal yang mengeluhkan turunnya jumlah wisatawan asing yang datang, mengingat sebelumnya wisataan asing adalah sumber pemasukan utama mereka. Untuk mengakali kondisi ini, mereka akhirnya mengobral harga, baik barang maupun sewa guna menarik wisatawan lokal.
Selama di gili, kami menginap di The Trawangan Resort dengan harga lumayan miring. Kami sampai di gili pukul satu siang namun memutuskan untuk memulai aktivitas jam 4 sore untuk menghindari sinar matahari yang begitu terik. Aktivitas menyusuri sepanjang pesisir pantai kami putuskan menggunakan sepeda sembari mencari lokasi yang tepat untuk menikmati sunset. Pilihan kami akhirnya jatuh ke Aston Sunset Beach Resort. Kami menikmati sore sembari bercengkrama dan berselfie ria. Malam hari nya kami habiskan dengan berburu makanan yang berujung dengan kebab delapan puluh lima ribu dan nasi mawut berkotak pizza haha. Harga makanan di gili kami kategorikan 'gila', sampai kami tidak henti mengumpat sepanjang makan haha. Maklum, tanggal tua plus status anak kosan. Tapi kalau cukup pintar memilih sebenarnya ada banyak makanan dengan harga masih wajar, misalnya lalapan ayam dua puluh lima ribu. Pagi harinya aktivitas dilanjutkan dengan berenang (kecuali penulis yang tidur bagai kebo huhu). Saya suka berenang tapi tidur adalah pondasi hidupku hehe. Maafkan!!
Selama melakukan perjalanan ini, satu yang saya sadari. Saya adalah Rosie di novel Love, Rosie. Saya tidak pernah tau saya sebegitu tertariknya dengan hotel. I am freaking obsessed! And from now, i promise myself i will visit every hotel in every city. Kedamaian yang selama ini saya kira cuma bisa saya temukan diperpustakaan ternyata ada ditempat ini juga. Jadi mimpiku tahun ini bertambah satu selain mimpi mengunjungi kampus dan tempat bersejarah di United Kingdom hehe.. maafkan princess yang kebanyakan mimpi ini ya pangeran.
Akhir kata terima kasih untuk teman - teman angkatanku yang sebenarnya tidak 'seangkatan'. Terima kasih untuk pengalaman dan kehangatannya. See you guys at next trip..


Komentar
Posting Komentar