Friend and Love in One Person

     kata - kata semakin dewasa semakin sedikit teman memang gak salah ya. makin kesini rasanya makin sering kesepian, bingung mau ngajak siapa untuk main. apalagi kalau sebagian besar teman sudah berkeluarga. di umur segini rasanya bingung banget kalau sampai ga punya pasangan yang bisa diajak untuk ngobrolin apa aja. udah ga bisa lagi mengharapkan teman atau sahabat untuk jadi teman curhat. bukan karena mereka gamau, tapi semua udah punya prioritas masing - masing. dengan semakin kompleksnya masalah yang dialami saat usia ini rasanya menulis buku harian juga belum cukup. keberadaan buku harian mungkin saja cukup membantu sebagai wadah untuk menuangkan perasaan, tetapi lebih dari itu, kita butuh diskusi, kita perlu feedback, kita ingin insight baru atas segala kerumitan diusia dewasa ini.

    memiliki pasangan itu hadiah, berteman dengan pasangan itu berkah paling besar diusia ini. semua mungkin bisa ngobrol atau ala ala deeptalk sama pasangan, tapi dengan berteman dengan pasangan kamu bisa menertawakan luka dan masalah. untuk usia sekarang yang selalu menuntut untuk terus - terusan berpikir dan mengambil keputusan, kita butuh jeda. kita butuh teman untuk bercanda. gak salah juga memang kalau orang bilang cari pasangan yang humoris. capek juga kalau selalu tiap ada masalah harus ditanggapi dan diobrolkan dengan serius. mengobrolkan masalah dengan santai dengan menyepelekan masalah hal yang berbeda ya. yang saya maksud adalah dengan berteman dengan pasangan rasanya kita bisa mencari jalan keluar dengan cara - cara yang lebih fun.

    ada satu hal yang saya pelajari dari beberapa hubungan yang pernah saya alami. berteman dengan pasangan memungkinkan untuk kita bisa lebih survive. menjalin hubungan dengan seseorang bagi saya adalah ketahanan menghadapi masalah yang datang silih berganti dalam kurun waktu yang lama. yap! seumur hidup mungkin, karna kalau dipikir - dipikir tentunya orang menjalin hubungan pasti berharap hubungan yang langgeng, bukan hubungan yang diharapkan untuk segera diakhiri. ibaratnya begini, mungkin untuk para wanita yang pernah melakukan facial diklinik kecantikan. salah satu treatment yang diberikan adalah pengangkatan komedo. saat pertama kali komedo diangkat, kita masih bisa menahan rasa sakit. tetapi selanjutnya, setelah pengangkatan komedo berikutnya pasti akan terasa semakin sakit, semakin sakit dan semakin sakit, padahal masih dengan perlakuan yang sama. setelah sepuluh menit mungkin kita mulai menangis, dalam dua puluh mulai ingin menjerit, begitu seterusnya jika dilakukan sampai berjam - jam. 

    yang saya maksud adalah, menjalin hubungan bukan hanya tentang menahan perasaan sakit, menanganinya, kemudian selesai. tetapi ini lebih kepada kesedian kita menahan sakit dalam jangka waktu yang sangat panjang, berkali - kali, bertubi - tubi. perasaan sakit selanjutnya sebelum perasaan sakit sebelumnya benar - benar sembuh. saya rasa hal yang dapat membantu mengurangi rasa sakit ini adalah berteman dengan pasangan. saya tidak mengatakan hal ini adalah satu - satunya cara ataupun segalanya. tapi saya rasa dengan bisa bercanda dengan pasangan dalam kondisi seperti ini akan memungkinkan kita bisa berjalan bersama sejauh mungkin, selama mungkin.

   

Komentar

Postingan Populer