Perihal menikah
memilih suami itu seperti memilih surga dan neraka. kamu menikah dengan laki - laki yang baik, surga bagimu. salah memilih suami, neraka dunia kau jalani disisa usia.
disaat saya sedang mempersiapkan pernikahan, kenapa rasanya berat sekali. saya sering mendengar tentang ujian - ujian yang datang sebelum pernikahan. tentang cek ceok sama masalah - masalah sepele, keluarnya semua sifat buruk pasangan dan sebagainya. tapi tetap saja, saat mengalaminya secara langsung, saya tidak tau kalau akan seberat ini.
rasanya sulit sekali membedakan mana yang merupakan ujian sebelum pernikahan dan mana yang merupakan pertanda dari Allah bahwa memang dia bukan orang yang tepat untuk dijadikan pasangan seumur hidup.
ada dua jenis setan katanya dalam ujian pernikahan. pertama yang mengganggu sebelum acara pernikahan. berusaha sekuat tenaga untuk membatalkan pernikahan dua manusia untuk beribadah. kedua adalah setan yang mengganggu saat dua orang sudah menikah. setan menggoda dan menyulut dua pasangan untuk saling membenci dan bercerai. bercerai adalah apa yang Allah benci dan menikah adalah adalah ibadah terpanjang seumur hidup.
ujian setiap orang mungkin berbeda - beda setiap orang. ada yang diuji oleh materi, kesulitan untuk membiayai pernikahan dan sebagainya. ada yang diuji oleh perasaan kepada orang lain. banyak yang bilang, saat akan menikah tiba tiba saja orang lain (contohnya saja mantan) menjadi terlihat jauh lebih menarik dari pasangan sendiri. ada juga yang diuji oleh perasaan sendiri, seperti saya. hati saya sering diliputi keragu - raguan. kadang saya berfikir pasangan saya adalah yang terbaik. saya sangat beruntung memiliki dia. tapi tidak jarang juga saya ragu, apakah benar dia adalah orang yang tepat? benarkah pilihan saya untuk mengabdi seumur hidup ke laki - laki ini?
apapu itu, saya selalu ingat pesan nenek saya. "segala sesuatunya sudah digariskan Yang di Atas". tinggal dijalani saja. apapun yang Allah gariskan, tetapkan untuk saya, itu adalah yang terbaik bagi saya.
semoga hati saya dan pasangan selalu dilapangkan, dipenuhi maaf yang seluas - luasnya untuk satu sama lain dan selalu menemukan cara untuk memupuk kasih sayang diantara kami.
Bismillahirrahmanirrahim.
atas Ridho Allah dan restu orang tua.

Komentar
Posting Komentar